Expo UMKM Sulsel 2026 di Sorowako Sukses, Omzet Pelaku Usaha Naik 4 Kali Lipat

banner 2362x1569

LUWU TIMUR Meeibis .com,– Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Lapangan Iniaku, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, resmi berakhir dengan capaian positif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengungkapkan bahwa omzet sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa.

Hal itu disampaikan Irwan dalam sambutan penutupan expo pada Sabtu malam (10/10/2026). Acara penutupan dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada peserta dan mitra dunia usaha yang berkontribusi menyukseskan kegiatan.

“Perputaran transaksi sangat baik, bahkan ada pelaku UMKM yang meraih keuntungan hingga empat kali lipat. Inilah makna sesungguhnya dari kegiatan ekonomi kerakyatan,” ujar Irwan di hadapan para undangan dan pengunjung.

Expo yang berlangsung pada 6–10 Oktober 2026 tersebut diikuti 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, serta sejumlah mitra dunia usaha, termasuk perusahaan dari sektor pertambangan.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadikan kegiatan ini sebagai ruang promosi sekaligus peluang memperluas jaringan pemasaran produk lokal. Tingginya aktivitas pengunjung turut membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas.

Hadirkan Beragam Kegiatan Pemberdayaan

Selama lima hari pelaksanaan, panitia menghadirkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat kapasitas koperasi dan UMKM.

Kegiatan tersebut meliputi seminar perkoperasian yang diikuti 440 peserta dari gerakan koperasi se-Sulawesi Selatan, talkshow pemberdayaan koperasi dan UMKM, serta klinik usaha yang difasilitasi UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, berbagai kegiatan seni dan budaya turut memeriahkan expo, mulai dari lomba paduan suara, sambung lirik lagu, permainan tradisional, hingga pameran benda pusaka dan bonsai.

Peserta dari luar daerah juga mendapatkan kesempatan mengikuti wisata edukasi ke Danau Matano dan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati), yang sekaligus memperkenalkan potensi wisata unggulan Kabupaten Luwu Timur.

Danau Matano dan Buah Deno Jadi Ikon

Salah satu daya tarik expo tahun ini adalah pengangkatan Buah Deno atau dengen (Dillenia serrata) sebagai ikon kegiatan. Buah khas Sulawesi tersebut merepresentasikan kekayaan hayati dan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Penggunaan ikon lokal ini diharapkan semakin memperkenalkan identitas daerah sekaligus membuka peluang pengembangan produk berbasis potensi alam setempat.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi kontingen dari seluruh daerah. Fasilitas tersebut meliputi akomodasi penginapan, transportasi lokal, buku panduan kegiatan, pengamanan terpadu, serta layanan wisata Danau Matano secara gratis.

Panitia turut menyediakan sarapan pagi gratis setiap hari di Lapangan Iniaku yang disiapkan oleh guru-guru SD Kompleks Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, serta makan siang gratis bagi peserta.

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kehadiran bapak dan ibu sekalian menjadi kehormatan bagi kami di Kabupaten Luwu Timur, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dorong UMKM Naik Kelas

Penutupan expo berlangsung meriah dengan latar panggung utama yang menampilkan maskot Buah Deno dan panorama Danau Matano. Penyerahan piagam penghargaan diberikan kepada perwakilan kabupaten/kota, kecamatan, serta mitra BUMN dan BUMD yang berpartisipasi aktif.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi selama expo berlangsung. Pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang terbuka untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan membangun kemitraan usaha secara berkelanjutan.

Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026 di Sorowako menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkenalkan potensi lokal Luwu Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan dukungan pemerintah, koperasi, pelaku usaha, dan mitra dunia usaha, UMKM diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

banner 2362x1569

Pos terkait

banner 2362x1569