Ketua DPRD Lutim Turun Langsung Temui Massa May Day 2026 : Dukung Penghapusan Outsourcing

Oplus_131072

Luwu Timur meei.com – Kehadiran Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, di tengah aksi Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 di Gate 1 PT Vale Indonesia, Sorowako, menjadi perhatian dan mendapat apresiasi dari massa aksi.

Di hadapan ratusan buruh dan elemen masyarakat, Ober Datte menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional sekaligus menegaskan dukungannya terhadap perjuangan hak-hak pekerja, termasuk isu nasional penghapusan outsourcing.

“Kami mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional. Kami mendukung penyampaian aspirasi buruh secara damai, termasuk isu nasional terkait penghapusan outsourcing yang menjadi perhatian bersama,” ujar Ober Datte.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD telah berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pekerja, termasuk melalui penyusunan peraturan daerah (Perda) terkait perlindungan hak-hak pekerja dan buruh.

Tak hanya itu, Ober Datte turut menyoroti persoalan upah pekerja yang dinilai masih belum memadai dan menjadi perhatian serius.

“Masih banyak pekerja yang menerima upah minim. Ibaratnya, gali lubang tutup jurang. Kondisi seperti ini tentu harus menjadi perhatian bersama agar kesejahteraan buruh bisa benar-benar ditingkatkan,” tegasnya.

Dalam suasana yang lebih cair, Ober Datte bahkan sempat berbagi pengalaman pribadinya yang disambut antusias oleh massa.

“Saya juga pernah berdiri dan ‘menduduki’ Gate 1 ini sebelum menjadi anggota DPRD,” ungkapnya dengan nada bercanda, seraya menambahkan bahwa dirinya kini telah menjabat sebagai anggota DPRD selama tiga periode.

Kehadiran langsung Ketua DPRD di tengah massa aksi dinilai sebagai bentuk nyata perhatian terhadap aspirasi buruh. Sejumlah peserta aksi menyambut positif dan memberikan apresiasi atas keterbukaan tersebut.

Tak hanya itu, Ober Datte juga membuka ruang dialog lanjutan melalui mekanisme resmi di DPRD.

“Kami membuka ruang untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD jika ada aspirasi yang ingin dibahas bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua ASPEK Luwu Timur, Rustam Abbas, menegaskan bahwa May Day merupakan momentum penting untuk menyuarakan persoalan riil yang masih dihadapi pekerja.

“Outsourcing masih jadi persoalan. Banyak buruh belum memiliki kepastian kerja,” ujarnya singkat.

Komentar singkat juga datang dari salah satu perwakilan buruh di lapangan yang berharap adanya tindak lanjut nyata dari aspirasi yang telah disampaikan.

“Kami berharap apa yang disampaikan hari ini bisa benar-benar ditindaklanjuti,” ujar salah satu peserta aksi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Luwu Timur, Joni Patabi, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan perlindungan tenaga kerja.

“Kami akan terus mendorong perlindungan hak buruh dan pengawasan terhadap perusahaan,” jelasnya singkat.

Aksi May Day di Sorowako diikuti oleh berbagai organisasi buruh dan forum lokal, di antaranya F-SPBI, ASPEK Lutim, JAKAM Lutim, LHI, Buruh PP, AMJI Lutim, APR, serta Karang Taruna Kecamatan Towuti, dan berlangsung dalam pengawalan aparat TNI–Polri.

Kegiatan yang dipusatkan di Gate 1 PT Vale tersebut berlangsung tertib dan menjadi ruang penyampaian aspirasi pekerja terkait berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk perlindungan hak buruh, kepastian kerja, dan kesejahteraan pekerja.

Peringatan May Day 2026 di Luwu Timur diharapkan menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan dunia usaha dalam mewujudkan hubungan industrial yang lebih harmonis dan berkeadilan.(*)

banner 2362x1569

Pos terkait

banner 2362x1569