MAKASSAR meeibis.com — Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia masa bakti 2026–2032 resmi memasuki tahapan penting penjaringan bakal calon ketua. Dinamika konferensi mulai terlihat setelah H. Suwardi Tahir atau yang akrab disapa ST tercatat sebagai figur pertama yang mengambil formulir pencalonan Ketua PWI Sulsel.
Seluruh tahapan konferensi saat ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh PWI Pusat bersama panitia pelaksana. Proses dimulai dari penyerahan daftar pemegang Kartu Tanda Anggota Biasa (KTA-B) pada 14 April 2026, dilanjutkan dengan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS), masa sanggah, hingga verifikasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahap akhir yang diumumkan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Memasuki tahapan penjaringan bakal calon Ketua PWI Sulsel, panitia membuka pengumuman persyaratan bakal calon sejak 5 hingga 8 Mei 2026. Sementara pengambilan formulir bakal calon dijadwalkan berlangsung pada 5–10 Mei 2026.
Hingga Kamis (7/5/2026), nama H. Suwardi Tahir menjadi satu-satunya figur yang resmi mengambil formulir bakal calon Ketua PWI Sulsel.
Pengambilan formulir dilakukan oleh tim perwakilan ST, yakni H. Mappiar, di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar, sekitar pukul 13.15 WITA.
Kedatangan tim ST diterima langsung oleh panitia dan pengurus PWI Sulsel, di antaranya Ismail Sellery, Manaf Rahman, Fadil Sunarya, dan Iwan Azis. Langkah ST tersebut dinilai menjadi penanda awal mulai menghangatnya bursa pencalonan Ketua PWI Sulsel menjelang konferensi organisasi.
Tahapan berikutnya akan memasuki proses pengembalian formulir dan berkas persyaratan pada 11–13 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi administrasi dan pengumuman bakal calon pada 14–15 Mei 2026.
Konferensi PWI Sulsel sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 mendatang. Momentum ini diharapkan menjadi ruang demokrasi organisasi yang sehat, terbuka, dan bermartabat dalam menentukan arah kepemimpinan PWI Sulsel ke depan.
Sebagai organisasi profesi wartawan, PWI memiliki peran strategis dalam menjaga marwah pers, memperkuat kompetensi wartawan, serta mendorong terciptanya ekosistem media yang profesional, independen, dan bertanggung jawab. Karena itu, proses konferensi dan regenerasi kepemimpinan diharapkan berjalan kondusif dengan mengedepankan etika organisasi dan semangat persatuan insan pers di Sulawesi Selatan.(*)




