Luwu Timur, Meeibis.com – Musibah kebakaran yang melanda di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, meninggalkan luka dan duka bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka. Di tengah kesedihan tersebut, semangat kepedulian dan solidaritas hadir melalui gerakan kemanusiaan yang diinisiasi oleh IPMALUTIM 13/06/2026. Komisariat Angkona bersama Komisariat Burau, Wotu, Tomoni Mangkutana, Towuti, Kalaena, dan Nuha.
Selama dua hari, pada 3–4 Juni 2026 lalu, para mahasiswa turun langsung ke lapangan melakukan aksi penggalangan dana di jalan raya serta menghimpun donasi melalui rekening terbuka. Berkat kepedulian masyarakat dan para donatur, bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan kepada para korban kebakaran dalam bentuk bantuan tunai sebagai upaya meringankan beban yang mereka rasakan.
Perwakilan IPMALUTIM Komisariat Angkona, Awal Parubak, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat saudara-saudara mereka sedang menghadapi cobaan.
“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik, tetapi juga tanggung jawab sosial. Melalui aksi ini, kami ingin hadir, berbagi kepedulian, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan. Kami berharap para korban diberikan kekuatan dan ketabahan untuk bangkit kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Formatur Pengurus Pusat IPMALUTIM, Andika, mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, gerakan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai persaudaraan dan gotong royong masih tumbuh kuat di kalangan mahasiswa Luwu Timur.
“Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Maliwowo adalah duka kita bersama. Karena itu, IPMALUTIM hadir bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai keluarga besar yang memiliki tanggung jawab moral untuk saling membantu. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh komisariat, masyarakat, dan para donatur yang telah menunjukkan kepeduliannya. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban dan menjadi ladang amal bagi kita semua,” tutur Andika.
Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa kehadiran mahasiswa bukan hanya di ruang-ruang akademik, tetapi juga di tengah masyarakat sebagai agen perubahan dan agen kepedulian sosial. Ketika solidaritas tumbuh dan tangan-tangan kebaikan saling terulur, harapan akan selalu hadir bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
IPMALUTIM Komisariat Angkona mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan donatur yang telah berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi berkah dan membawa manfaat bagi para korban yang terdampak.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Deni/Meei)


