Luwu Timur Meiibis.com,– Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai perhelatan Lomba Perahu Naga yang digelar di Anjungan Sungai Malili dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Luwu Timur ke-23. Pada ajang bergengsi tersebut, Tim Kecamatan Angkona turut ambil bagian dan menunjukkan semangat juang yang tinggi mewakili wilayahnya.31 Mei 2026
Keikutsertaan Tim Kecamatan Angkona menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap rangkaian perayaan HUT Luwu Timur sekaligus mempererat tali persaudaraan antar masyarakat dari berbagai kecamatan yang ikut berkompetisi.
Camat Angkona, Putu Gede Sudarsana, SKM., M.Kes, mengapresiasi seluruh anggota tim yang telah berjuang dan memberikan penampilan terbaiknya dalam perlombaan tersebut. Menurutnya, Lomba Perahu Naga bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan disiplin.
“Lomba Perahu Naga mencerminkan kerja sama yang kuat, kekompakan tim, serta semangat persatuan. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan terapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kami bangga karena Tim Kecamatan Angkona dapat berpartisipasi dan menunjukkan semangat terbaiknya,” ujar Putu Gede Sudarsana.
Suasana di sepanjang Anjungan Sungai Malili berlangsung meriah. Ribuan masyarakat yang memadati lokasi perlombaan tampak antusias memberikan dukungan kepada para pendayung. Sorak-sorai penonton menjadi energi tambahan bagi setiap tim yang berlaga di atas lintasan air.
Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi antarwilayah serta menumbuhkan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan Kabupaten Luwu Timur.
Melalui momentum HUT ke-23 Kabupaten Luwu Timur, Pemerintah Kecamatan Angkona berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam perlombaan ini dapat terus terjaga dan menjadi modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah menuju Luwu Timur yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Partisipasi Tim Kecamatan Angkona dalam Lomba Perahu Naga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya serta olahraga tradisional masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Semangat inilah yang diharapkan terus mengiringi perjalanan pembangunan Kabupaten Luwu Timur di usianya yang ke-23 tahun.(*)





