Sosialisasi Penambangan Blok 1, PT PUL Paparkan Sistem Pengelolaan Air dan Sedimen

banner 2362x1569

LUWU TIMUR Meeibis.com,– PT Prima Utama Lestari (PT PUL) menggelar sosialisasi rencana kegiatan penambangan Blok 1 di Dusun Salociu, Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Ussu tersebut dihadiri unsur Pemerintah Desa Ussu, jajaran PT PUL, kepolisian, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga pemerhati, serta puluhan masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, PT PUL memaparkan kondisi area yang direncanakan menjadi lokasi kegiatan penambangan, termasuk sistem pengelolaan air, pengendalian sedimen, serta sejumlah langkah pengendalian dampak kegiatan pertambangan.

Kepala Teknik Tambang PT PUL, Doni, mengatakan bahwa sebelum sosialisasi dilaksanakan, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan verifikasi lapangan terhadap rencana kegiatan tersebut.

“Sebelum melakukan sosialisasi, tim dari DLH telah melakukan verifikasi lapangan. Setelah semua arahan dari hasil verifikasi tersebut kami laksanakan, maka kami diwajibkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Doni.

Menurut Doni, sosialisasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses komunikasi perusahaan dengan masyarakat. Selain memberikan penjelasan mengenai rencana kegiatan, forum tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan aspirasi sebelum kegiatan penambangan Blok 1 dilaksanakan.

Doni menjelaskan, area yang akan digunakan merupakan area yang sebelumnya telah terbuka dengan luas bukaan eksisting sekitar 5,5 hektare. Perusahaan menyampaikan bahwa rencana kegiatan tersebut tidak akan menambah area bukaan baru di luar area yang telah terbuka.

“Artinya, lokasi yang akan ditambahkan adalah area yang sudah terbuka sebelumnya. Jadi kita tidak akan menambahkan area bukaan baru,” jelasnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama dalam rencana kegiatan tersebut adalah pengelolaan air limpasan dari area tambang. Secara topografi, lokasi berada di area punggungan sehingga pengendalian aliran air perlu dipersiapkan secara matang sebelum kegiatan penambangan dilakukan

Dalam paparannya, PT PUL menunjukkan sistem pengelolaan air yang meliputi saluran air, control box, serta sejumlah kolam sedimentasi atau sediment pond.

 

Air dari area bukaan tambang nantinya akan diarahkan melalui sistem pengendalian tersebut sebelum dialirkan ke tahapan berikutnya. Perusahaan juga menyampaikan bahwa kapasitas sediment pond yang tersedia masih memiliki ruang tampung.

“Kemampuan sediment pond kita masih punya kelebihan daya tampung sekitar 50 persen,” kata Doni.

Selain pengelolaan air dan sedimen, perusahaan juga memaparkan langkah pengendalian dampak lainnya, termasuk pengendalian debu dan kebisingan yang berpotensi ditimbulkan dari aktivitas pertambangan.

Sementara itu, Kepala Desa Ussu, Rahmad, meminta PT PUL tetap memperhatikan aspirasi masyarakat sebelum kegiatan penambangan Blok 1 dilaksanakan.

Rahmad mengatakan, Pemerintah Desa Ussu sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan masyarakat melalui tudang sipulung untuk menghimpun berbagai aspirasi yang kemudian akan disampaikan kepada pihak perusahaan.

“Kami berharap apa yang menjadi keinginan masyarakat lebih baik lagi bila PT PUL dapat merealisasikan. Pun, bila tidak dapat merealisasikan, dapat memberikan penjelasan alasan tidak dapat direalisasikan,” ujar Rahmad.

Ia juga meminta perusahaan memperhatikan tingkat kebisingan aktivitas pertambangan agar tidak mengganggu waktu istirahat warga, khususnya karena lokasi kegiatan berada di atas permukiman masyarakat.

“Kalau bisa sampai pukul 10,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi terkait aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebisingan, seperti pemecah batu.

Rahmad menambahkan, Pemerintah Desa juga berharap kegiatan penambangan nantinya dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pemerintah desa tidak memiliki kapasitas teknis untuk menentukan kelayakan operasional kegiatan pertambangan sehingga diperlukan verifikasi dari instansi terkait.

“Tentu kami sebagai pemerintah desa, apakah proses penambangan, sediment pond dan sebagainya, apakah PT PUL telah menjalankan aktivitasnya sesuai prosedur, kami sendiri tidak bisa menentukan,” katanya.

Ia berharap PT PUL dapat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan peninjauan bersama guna melihat secara langsung sejauh mana aktivitas penambangan tersebut telah memenuhi persyaratan teknis dan dapat dilakukan.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Sektor Malili, IPDA Zaenal, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan PT PUL. Menurutnya, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian sosialisasi berjalan aman dan kondusif.

“Kami dari kepolisian sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT PUL,” kata Zaenal.

Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dan aspirasi dari unsur BPD, perwakilan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Luwu Timur, serta masyarakat Desa Ussu.

Sejumlah sorotan disampaikan warga, salah satunya mengenai posisi sediment pond yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman. Warga berharap posisi dan aspek teknis kolam sedimentasi tersebut dapat kembali ditinjau untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang tidak diinginkan.

Melalui sosialisasi tersebut, PT PUL membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sekaligus menerima berbagai masukan sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan rencana kegiatan penambangan Blok 1 di wilayah Desa Ussu.(*)

banner 2362x1569

Pos terkait

banner 2362x1569