Luwu Utara, Meeibis.com – Masyarakat Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat di Masjid Nurul Ikhsan Baebunta, Senin (24/08/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kebersamaan antarwarga.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Baebunta Andi Passalo, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ratusan masyarakat Desa Baebunta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Baebunta Andi Passalo mengungkapkan rasa syukur atas datangnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Maulid sebagai ajang mempererat silaturahmi dengan tetangga, keluarga, dan sesama warga.
Selain itu, Andi Passalo mengimbau masyarakat agar terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan desa. Mengingat saat ini wilayah Luwu Utara sedang memasuki musim kemarau dengan cuaca yang sangat panas, ia meminta warga lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama setelah adanya kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Sabbang beberapa waktu lalu. “Saya mengimbau masyarakat Desa Baebunta agar selalu menjaga lingkungan dan mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain api demi mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiahnya Ustadz Andi Esong, S.Ag, menyampaikan hikmah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW lahir sebagai seorang anak yatim, kemudian menjadi yatim piatu sejak usia dini. Meski tumbuh tanpa kedua orang tua, Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW menjadi manusia yang memiliki akhlak paling mulia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Ustadz Andi Esong mengajak masyarakat untuk meneladani sifat dan perjuangan Rasulullah SAW dengan memperbanyak rasa syukur, menjaga silaturahmi, menghormati orang tua, menyayangi anak yatim, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Maulid Nabi bukan sekedar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, menjaga persatuan, serta menebarkan kasih sayang kepada sesama,” pesannya.
Acara Maulid Nabi Muhammad SAW juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak pengajian yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan salawat, sehingga menambah suasana religius di Masjid Nurul Ikhsan Baebunta.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tradisi membawa makanan berupa telur yang dihias dan ditancapkan pada batang pohon pisang yang telah dihias. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, umur panjang, dan kesempatan untuk kembali bertemu dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun ini.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Baebunta berlangsung dengan penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai wujud kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW. (Deni)


