Antrean Panjang BBM Subsidi di Luwu Timur, Dinas Koprindag Minta SPBU Perketat Pengawasan

Oplus_131072
banner 2362x1569

Luwu Timur, Meeibis.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Luwu Timur kembali menjadi sorotan. Menindaklanjuti laporan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koprindag) bersama Satpol PP dan OPD terkait turun langsung melakukan peninjauan ke salah satu SPBU di Kecamatan Tomoni, Minggu (5/7/2026).

Kepala Dinas Koprindag Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, S.STP., M.PA., yang didampingi Kepala Satpol PP Baharuddin, S.Pd., M.Si., mengatakan peninjauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung penyebab terjadinya antrean panjang BBM subsidi.

Bacaan Lainnya
banner 2362x1569

Dari hasil pemantauan di lapangan, pihaknya menemukan adanya kendaraan yang mengantre tanpa menggunakan nomor polisi. Selain itu, diduga masih ada kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi lebih dari satu kali.

“Kami meminta pihak SPBU agar lebih tegas dalam melakukan pengawasan. Kendaraan yang mengisi BBM subsidi cukup satu kali pengisian. Jika kendaraan yang sama terus dilayani berulang kali, tentu akan berdampak pada semakin panjangnya antrean dan merugikan masyarakat lain yang juga membutuhkan BBM subsidi,” ujar Senfry.

Ia berharap pengelola SPBU dapat meningkatkan pengawasan agar penyaluran BBM subsidi berjalan tertib, tepat sasaran, serta tidak lagi menimbulkan antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang warga yang ikut mengantre, Fatma, mengatakan antrean panjang sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir. Menurutnya, meningkatnya jumlah pengguna Pertalite dipicu oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax.

“Sejak harga Pertamax naik, banyak masyarakat beralih ke Pertalite sehingga antrean semakin panjang. Harga BBM eceran juga ikut naik. Dulu sekitar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per liter, sekarang rata-rata sudah mencapai Rp15 ribu per liter,” ungkap Fatma.

Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak SPBU dapat segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan penyaluran BBM subsidi sehingga antrean panjang dapat diatasi dan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

(Deni)

banner 2362x1569

Pos terkait

banner 2362x1569