Jakarta Meeibis.com — Perjuangan panjang menjaga kelestarian lingkungan akhirnya mendapat pengakuan nasional. Pejuang Muda Wija To Cerekang (PM WTC) asal Kabupaten Luwu Timur berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Adya Tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Penyelamat Lingkungan, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi PM WTC dalam menjaga dan melestarikan Hutan Adat Cerekang.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 11 Juni 2026.
PM Wija To Cerekang selama ini berhasil menjaga dan melindungi kurang lebih 700 hektare kawasan Hutan Adat Cerekang dari berbagai ancaman pengrusakan dan perambahan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan kawasan, pendampingan masyarakat, serta berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.
Sejak tahun 1999, PM WTC secara konsisten berada di garis perjuangan dalam menjaga wilayah adat, mempertahankan fungsi hutan, melakukan penghijauan, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan lingkungan hidup.
Foto Ketua AMAN Luwu Timur (Hamra SH.MH)
Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Luwu Timur Hamra SH.MH menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas penghargaan yang diraih PM WTC.
“Selamat kepada Pejuang Muda Wija To Cerekang (PM WTC) atas penghargaan Kalpataru 2026 sebagai pegiat lingkungan hidup dalam perlindungan Hutan Adat Cerekang. Ini merupakan apresiasi tertinggi dari pemerintah Republik Indonesia kepada kelompok muda pegiat lingkungan hidup,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat adat Luwu Timur, khususnya komunitas Masyarakat Adat Cerekang.
“Ini merupakan satu kebanggaan bagi Masyarakat Adat di Luwu Timur khususnya komunitas Masyarakat Adat Cerekang yang terus berjuang melindungi wilayah adatnya dari perambahan, ancaman dan kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Manurung Irwan Jafar, yang juga merupakan salah satu Wija Asli To Cerekang (Putra Asli Cerekang) turut memberikan apresiasi.
“Dengan diterimanya penghargaan Kalpataru ini kami mengucapkan selamat. Harapan kami semoga kawan-kawan PM WTC tetap eksis di garis perjuangan dalam upaya perlindungan dan pelestarian kawasan Hutan Adat Cerekang, karena ini adalah bagian dari sejarah peradaban Tanah Luwu dan merupakan warisan leluhur yang harus tetap terjaga,” ungkapnya.
Penghargaan Kalpataru ini menjadi bukti bahwa perjuangan masyarakat adat dan generasi muda dalam menjaga lingkungan mendapat perhatian dan pengakuan di tingkat nasional.(*)




